Seperti yang pernah dikatakan oleh Rasululloh SAW “Man jadda wajada / where there is a will there is a way” yang artinya siapa yang bersungguh-sungguh maka ia akan berhasil. Dari perkataan rasul tersebut kita dapat mengambil hikmahnya bahwa sebagai seorang manusia baik musimin dan muslimah kita harus bersungguh-sungguh dalam meraih prestasi dan kesuksesan. Memang setiap manusia yang terlahir di dunia pasti memiliki kekurangan dan kelebihan dalam hidupnya tetapi seorang muslimin dan muslimah yang gigih dalam memperjuangkan kesuksesannya tidak akan menyerah dalam menggapai cita-cita yang akan diraihnya.
Lalu bagaimana dengan seorang muslimah, apakah harus memiliki cita-cita atau tidak perlu memiliki cita-cita?
Stop katakan :
“Muslimah yang baik nggak usah punya cita-cita tinggi”
“Muslimah yang baik tempatnya di dapur”
“Muslimah yang baik itu dirumah saja, ngurus suami, anak dan rumah”
Seberapa sering telinga kita mendengar kalimat-kalimat di atas?
Tentunya sangat sering telinga kita mendengarnya, memang didalam sebuah keluarga para kaum musliminlah yang lebih banyak bekerja di luar rumah dan para muslimah lebih banyak melakukan kegiatan di dalam rumah untuk mengurus suami, anak , keluarga, dan mengurus rumah. Tapi apa yang terjadi jika para muslimah tersebut tidak mempunyai bekal yang cukup dalam mengurus bulan dan bintang-bintang mereka? Tentunya mereka para muslimah harus mempunyai bekal yang cukup kuat dalam mengurus keluarganya. Salah satunya dengan memiliki ilmu, bagaimana cara mengurus suami, bagaimana mengurus anak mereka. Jika muslimah tidak diberikan kesempatan untuk meraih cita-citanya dalam mencari ilmu. Bagaimana dengan harapan-harapan dalam keluarganya nanti? Sekalipun anak-anaknya disekolahkan di sekolah yang sangat bagus, yang sangat mahal, seorang ibu sangat berperan aktif dalam mendidik anak-anaknya dalam mengatur rumah tangga. Jangan menganggap remeh tugas seorang ibu karena seorang anak tumbuh berkembang dan bisa mengenal dunia pertama kalinya dengan seorang ibu. Seorang ibu yang baik adalah yang bisa mendidik anak-anaknya dengan kelembutan dan kaikhlasan. Ilmu apa yang didapatkan para muslimah tentunya akan mereka terapkan dalam keluarganya. Terutama bagaimana cara mendidik anak emas dan berhasil menjadi seorang yang besar dan sukses.
Di zaman saat ini jangan biarkan para muslimah untuk memutuskan harapan mereka dalam menggapai impian yang mereka cita-citakan. Agar kelak dapat mencetak anak yang benar-benar berhasil.
Lihatlah pahlawan Indonesia “Raden Ajeng Kartini” yang menjadi inspirasi bagi perempuan di Indonesia. Salah satu pahlawan wanita di Indonesia ini menjadi pelopor kebangkitan perempuan pribumi. Ia rela berjuang demi rakyat Indonesia pada masa penjajahan. Semangat dan jiwa juang yang sangat tinggi dalam memerdekakan bangsa Indonesia menjadi cerminan bagi muslimah di Indonesia. Ia sangat di kenang sebagai wanita yang memperjuangkan emansipasi wanita Indonesia karena pada zaman dahulu wanita tidak bisa mendapatkan pendidikan yang layak. Dimana pada saat itu wanita hanya diberi tugas untuk mengurus suami, anak dan rumahnya. Dengan alasan itulah Raden Ajeng Kartini memperjuangkan kegigihannya agar kaum wanita tidak ditindas dan bisa memperjuangkan pendidikan serta cita-citanya. Begitulah biografi seorang RA Kartini yang bisa kita teladani.
Terkadang kita takut untuk mempunyai cita-cita. Takut untuk mencapai kegagalan, takut untuk melewati terjalan bebatuan yang tajam didepan kesuksesan. Mari kita lihat perjuangan seorang RA Kartini, apa kita sebagai muslimah tidak malu dengan kegigihan seorang Pahlawan wanita yang luar biasa itu. Maka jangan pernah takut untuk mempunyai cita-cita, karena cita-cita adalah sebuah doa yang menjadi pendirian yang kokoh dalam hidup. Jangan pernah takut untuk menghadapi kegagalan, jangan menjadi seorang muslimah penakut agar kelak menjadi seorang pendidik yang melahirkan dan mencetak generasi emas yang sholih dan sholihah.
arumputriana2@gmail.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar